Search

Muhammad Sujak MK.

Semoga Blog ini memberikan manfaat bagi pembacanya.

Dampak Mengerikan Dari Pornografi (ngeri banget gan!)

Share dari tulisan salah seorang ikhwan di Kaskus….Baca sampai akhir gan, bikin merindingSering kita dengar kalau Bahaya Pornografi itu adalah merusak otak, mengacaukan pikiran, membuat malas. Just it ??? Ahhhhhh….. saya belum merasa belum puas dengan semua penjabaran itu. Saya butuh yang lebih ekstrim penjabarannya. Setelah mencari – cari beberapa referensi dan mendengarkan ceramah orang, yang tak kunjung menghilangkan dahaga penasaran itu,…… akhirnya saya sekarang tahu Bahayanya Pornografi Bagi Siapapun pecandunya ! Dan sekarang saya ingin berbagi kepada anda Continue reading “Dampak Mengerikan Dari Pornografi (ngeri banget gan!)”

Advertisements

Dengan Satu Kaki Menghadap-Nya

أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ
“Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).” (HR. Muslim no. 653)

 jika dihadist tersebut menyebutkan tentang seorang yang buta, maka  saya melihat seorang yang puntung kakiny Continue reading “Dengan Satu Kaki Menghadap-Nya”

Neraka yang dingin

Di antara yang menunjukkan akan dinginnya neraka adalah riwayat berikut. Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al Khudri, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إذا كان يوم شديد البرد فإذا قال العبد : لا إله إلا الله ما أشد برد هذا اليوم : اللهم أجرني من زمهرير جهنم قال الله تعالى لجهنم : إن عبدا من عبادي استجار بي من زمهريرك و إني أشهدك أني قد أجرته قالوا ما زمهرير جهنم قال : بيت يلقى فيه الكفر فيتميز من شدة البرد

Jika hari begitu amat dingin, lalu seorang hamba mengucapkan ‘Laa ilaha illallah, maa asyaddu bardin hadzal yaum: Allahumma aajirni min zamharir jahannam’ (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah begitu dingin hari ini. Ya Allah,  selamatkanlah aku dari dingin bekunya jahannam). Allah Ta’ala kemudian berfirman kepada jahannam, “Sesungguhnya di antara hamba-Ku, Continue reading “Neraka yang dingin”

Hati Yang Diam Kala Terluka

Sisarikan dari : Majalah Qiblati, Edisi 1 Tahun VIII, hal. 68.

Seorang dokter ahli bedah bergegas menuju rumah sakit begitu dihubungi pihak rumah sakit karena seorang pasien dalam kondisi kritis harus segera dioperasi. Begitu sampai dia mempersiapkan diri, madi, dan bersalin pakaian.

Sejenak sebelum masuk ke ruangan operasi ia bertemu dengan ayah pasien yang raut wajahnya memendam cemas bercampur marah. Dengan ketus laki-laki itu mencecar sang dokter, “Kenapa lama sekali dokter! Tidak tahukan anda anak saya sedang kritis? mana tanggung jawab anda sebagai dokter”. Continue reading “Hati Yang Diam Kala Terluka”

Penulis: Ustadz Muhammad Umar As Sewed

Sesungguhnya istilah salaf atau dakwah salaf bukanlah istilah baru. Istilah ini sudah dikenal sejak masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sebagaimana yang telah disinggung pada edisi perdana Risalah Dakwah ini. Yaitu ucapan RasulullahShalallahu ‘alaihi wassalam kepada Fathimah:

فَاتَّقِى اللهَ وَاصْبِرِيْ فَإِنَّهُ نِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَكِ. (رواه مسلم، فضائل فاطمة 2/245حديث 98)

Aku adalah sebaik-baik salaf (pendahulu) bagimu. (HR. Muslim)

Para shahabatpun sering menggunakan istilah salaf untuk menyebutkan tentang mereka-mereka yang sudah mendahuluinya. Seperti ucapan Anas bin Malik -seorang shahabat yang paling akhir meninggal. Tatkala beliau melihat kerusakan-kerusakan kaum muslimin ketika itu, beliau berkata: “Kalau saja ada seseorang dari kalangan salaf yang pertama dibangkitkan hari ini, maka dia tidak akan mengenali Islam sekarang sedikitpun kecuali shalat ini.” (al-I’tisham, Imam asy-Syathibi, juz 1 hal 34)

Demikian pula para ulama sepeninggal beliau. Mereka pun sering menyebut istilah salaf untuk menerangkan bahwa jalan yang benar adalah jalan salaf, yakni jalannya para shahabat. Berkata Maimun bin Mahram meriwayatkan dari ayahnya: “Kalau saja ada seseorang dari kalangan salaf dibangkitkan di antara kalian niscaya Continue reading “Dakwah Salaf adalah Dakwah Tauhid.”

Bagaimanakah posisi duduk tasyahud akhir pada shalat subuh, shalat jumat, dan shalat sunnah? Apakah iftirasy atau tawaruk?

Jawaban:

Biasanya, dalam shalat yang lebih dari dua rekaat ada dua tahiyat. Yang pertama dinamakan tahiyat awal, dan ini dilakukan dengan duduk iftirasy. Yang kedua dinamakan tahiyat akhir, dan ini dilakukan dengan duduk tawaruk. Namun, dalam shalat subuh, shalat jumat, dan shalat sunnah dua rekaat hanya ada satu tahiyat, sehingga timbul masalah, apakah dilakukan dengan iftirasy atau dengan tawaruk.

Para ulama berselisih dalam dua pendapat tentang manakah yang lebih utama dalam duduk tasyahud pada shalat dua rekaat yang hanya memiliki satu tahiyat. Ada yang berpendapat bahwa yang lebih utama adalah duduk tawaruk, ada pula yang menyatakan bahwa yang lebih utama adalah duduk iftirasy.

Pendapat yang rajih (kuat), wallahu a’lam bish shawab, adalah tahiyat tersebut dilakukan dengan iftirasy. Berdasarkan hadits Aisyah radhiallahu ‘anha yang mengisahkan tata cara shalat Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَسْتَفْتِحُ الصَّلاَةَ بِالتَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةَ بِ (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ) وَكَانَ إِذَا رَكَعَ لَمْ يُشْخِصْ رَأْسَهُ وَلَمْ يُصَوِّبْهُ وَلِكَنْ بَيْنَ ذَلِكَ وَكَانَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ لَمْ يَسْجُدْ حَتَّى يَسْتَوِىَ قَائِمًا وَكَانَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ السَّجْدَةِ لَمْ يَسْجُدْ حَتَّى يَسْتَوِىَ جَالِسًا وَكَانَ يَقُولُ فِى كُلِّ رَكْعَتَيْنِ التَّحِيَّةَ وَكَانَ يَفْرِشُ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَيَنْصِبُ رِجْلَهُ الْيُمْنَى

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai shalat dengan takbir dan membaca dengan ‘alhamdulillahi rabbil ‘alamin’. Bila beliau rukuk, beliau tidak menegakkan kepalanya dan tidak pula menundukkannya, namun antara keduanya. Bila beliau mengangkat kepalanya dari rukuk, beliau tidak langsung sujud hingga tegak lurus. Apabila beliau bangun dari sujud, beliau tidak langsung sujud lagi hingga duduk sempurna. Serta tiap dua rekaat, beliau mengucapkan tahiyat dan duduk iftirasy.” (Hr. Muslim)

Dijawab oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.

Dipublikasikan oleh: KonsultasiSyariah.com

 

http://konsultasisyariah.com/duduk-tahiyat-terakhir

my self

Nama : Muhammad Sujak MK

TTL : Pamekasan, 28 November 1995

Alamat : Jl. Sersan Mesrul 1/29

Kota : Pamekasan, Madura, Jawa Timur

Pendidikan :

  • TK : Tk Islam Al-Munawwarah (1997/1998)
  • SD : SD Islam Al-Munawwarah (2000/2001)
  • SMP : SMP Negeri 1 Pamekasan (2007/2008)
  • SMA : SMA Negeri 1 Pamekasan (2011/2012)
  • PT : Universitas Indonesia (2013/2014)

Facebook : http://www.facebook.com/muhammad.s.mk

Twitter : https://twitter.com/Dmamad

Skype : muhammadsujakmk

Blog at WordPress.com.

Up ↑